Pengambilan Conto alias Sampel

Diposting oleh Selamat datang di blog on Kamis, 19 November 2015

Bagian berikut ini menjelaskan prosedur standar untuk pengambilan conto dan pencatatan informasi dilapangan sehingga mempermudah ahli geologi (geologist), juru gambar (drafter) dan staf komputer dalam melakukan pekerjaannya.

Berikut ini beberapa tipe conto dan cara pengambilannya :

  • BLEG "Bulk Leach Extractable Gold" (BG)
  • Stream Sediment (SS)
  • Panned Concentrate (PC)
  • Float Rock Sample (FR)
  • Grab Rock Sample (RG)
  • Chip Rock Sample (RO)
  • Channel Rock Sample (RC)
  • Soil Sample (SL)
  • Petrology Sample 
Untuk semua jenis pengambilan sampel harus dicatat lokasi project, nama sungai/bukit, posisi koordinat, nomor conto, tipe conto, interval conto, tanggal dan bulan pengambilan.

1. Bleg (BG)

Conto bleg diambil dari bagian endapan sungai aktif, batas deteksi mencapai cabang – cabang sungai kecil hingga bagian hulu, sample ini diambil pada sungai utama / cabang utama dengan lebar sungai > 10 meter dengan luas cakupan catchment area > 20 Km2, lokasi pengambilan conto harus berada + 100 meter kearah hulu sungai sehingga tidak terlalu dekat dengan muaranya. 


Gambar 1. Tata cara pengambilan contoh bleg pada sungai aktif


2. Stream Sediment (SS)

Conto Stream Sediment diambil dari anak sungai dan cabang – cabangnya dengan lebar sungai < 10 meter dengan luas cakupan catchment area < 20 Km2, lokasi pengambilan conto harus berada + 100 meter kearah hulu sungai sehingga tidak terlalu dekat dengan muaranya. 


Gambar 2. Tata cara pengambilan contoh Stream Sediment pada sungai aktif.

3. Pannded Concentrate (PC)

Conto panned concentrate / pendulangan diambil secara rutin pada saat bersamaan pengambilan conto “BG” dan “SS”, tujuannya untuk melihat secara langsung keberadaan emas dan atau mineral penyertanya seperti cinnabar, garnet, epidot, piroksen, sulfida, magnetit dan mineral lainnya, juga dilihat material gravelnya terdiri dari batuan apa saja. Lokasi pengambilan conto harus berada + 100 meter kearah hulu sungai sehingga tidak terlalu dekat dengan muaranya. Yang harus diperhatikan yaitu berapa banyak jumlah butiran emasnya sesuai ukurannya (dust, colors, grain, dan nugget).


Gambar 3. Tata cara pengambilan contoh concentrate hasil pendulangan pada sungai aktif.

4. Rock Sample

Ada beberapa macam contoh batuan yang diambil dengan cara yang berbeda pada tahapan perioda penelitian yang berbeda kepentingannya seperti yang terlihat pada table 1 di bawah ini.

Table 1. Macam-macam contoh batuan


4.1. Rock Float (RF)

Conto float dapat memberikan informasi tentang host rock dan keberadaan tempat asalnya, float sering kali ditemukan cukup jauh dari sumbernya tergantung ukuran, jenis alterasi - mineralisasi serta media yang membawanya.

4.2. Rock Grab (RG) 

Conto grab diambil dari permukaan singkapan/outcrop setelah bagian atasnya dibersihkan terlebih dahulu, conto ini tidak mewakili terhadap suatu singkapan secara keseluruhan, akan tetapi sebagai tahap awal untuk melihat anomali geokimia. 

4.3. Rock Chip (RO)

Conto chip diambil dari permukaan singkapan/outcrop setelah bagian atasnya dibersihkan terlebih dahulu, conto diambil dengan spasi teratur berkisar 10 - 30 cm dengan jarak interval 1 - 10 meter secara menerus, pengambilannya dilakukan dengan cara mengambil sedikit-sedikit (chip) sesuai spasi dan interval pada suatu singkapan secara keseluruhan. 

4.4. Channel & Trench Sample

Contoh channel diambil dari suatu singkapan/outcrop setelah bagian atasnya dibersihkan terlebih dahulu, conto diambil dengan cara membuat alur memanjang dan menerus memotong suatu urat atau zona mineralisasi dengan panjang interval antara 1 – 2 meter, channel yang memotong interval harus sistematis hal tersebut untuk memudahkan penggambaran dan interpretasi. Conto channel juga bisa diambil dari dalam trench/paritan jika batuan yang tersingkap sedikit hingga harus dibuat trench terlebih dahulu.

Berikut di bawah ini adalah contoh penggambaran channel pada  Trench / Paritan. 


  
Gambar 4. Contoh pengambilan sample pada trench / paritan (A) dan channel (B).


 Gambar 5. Contoh gambar sebuah trench dan sketsanya.

Perhatikan gambar di atas, jangan lupa cantumkan arah trench / paritan dan keterangan lainnnya.


5. Soil Sample (SL)

Metoda pengambilan sampel tanah dapat memberikan informasi keadaan anomali geokimia daerah prospek dengan cepat, efisien dan akurat. Conto diambil disepanjang punggungan atau ridge dan spur, sedang untuk daerah yang telah diketahui zona alterasi-mineralisasinya dilakukan dengan metoda kisi-kisi (grid). Conto diambil pada Horison C dengan cara menggali atau menggunakan Hand Auger untuk setiap interval jarak tertentu. Hindari pengambilan conto soil hasil transportasi (harus yang insitu). Hati-hati di dataran biasanya alluvium, minimal ambil di horizon B.


Gambar 6. Auger dan penampang horizon tanah.

6. Sampel Petrologi

Pengambilan conto ini menjadi salah satu syarat kelengkapan  suatu paket dalam kegiatan eksplorasi mineral yang standard. Analisa yang dilakukan umumnya, petrologi, petrografi, mineragrafi, Inklusi fluida dan XRF. Conto batuan tersebut dipilih dan diusahakan yang mewakili zona altrasi dan mineralisasi daerah yang diteliti.

6.1. Sampel Petrografi

Contoh batuan ini akan dibuatkan sayatan tipisnya, kemudian dilihat di bawah microscope binocular. Tujuannya adalah diantaranya untuk melihat mineral yang dominan serta mineral-mineral lainnya yang membentuk batuan tersebut sehingga pemberian nama batuan lebih spesifik. Disamping itu juga bisa memberikan informasi adanya mineral ubahan hasil alterasi dan mineral berharga hasil mineralisasi, hubungan mineral yang satu dengan yang lainnya.

6.2. Sampel Inklusi Fluida 

Conto batuan yang dikoleksi adalah batuan yang terbentuk oleh Mineral yang ada inclusi udara di dalamnya, biasanya berukuran Mikro. Contoh ini diambill untuk dianalisa di laboratorium sehingga diketahui temperature pembentukannya. Contoh batuan tersebut biasanya diambil dari kuarsa yang menunjukkan adanya gelembung gas ukuran mikro. Seperti gambar di bawah ini.




Gambar 7.  Photomicrograph dua fase inklusi fluida primer yang kaya cairan yang terperangkap dalam kuarsa (L = cair; V = uap).

6.3. Sampel XRF 


Contoh yang dikoleksi adalah clay hasil alterasi, contoh ini dianalisa dan hasilnya adalah menunjukkan dominansi jenis claynya apakah itu illite smectite, kaolinite dan lain sebagainya yang memberikan informasi zonasi alterasi dari suatu sistem alterasi hidrothermal.


{ 0 komentar ... read them below or add one }

Posting Komentar