Home » All posts
Bagaimana menjadi Webmaster
Diposting oleh Selamat datang di blog on Sabtu, 02 Maret 2013
Tutorial MySQL
Diposting oleh Selamat datang di blog
Ok, dalam tutorial MySQL berikutnya kita akan mencoba mengenal istilah yang sangat penting dalam SQL yaitu Pengenalan Query MySQL.
Magma : Pembentukan dan Evolusi
Diposting oleh Selamat datang di blog
1. Proses Pembentukan Magma
- Diferensiasi Magma yaitu proses dimana magma yang homogen terpisah dalam fraksi-fraksi komposisi yang berbeda-beda.
- Asimilasi; evolusi magma juga dipengaruhi oleh batuan sekitarnya (wall-rock). Magma dalam temperatur tinggi, sewaktu kristal-kristal mulai terbentuk maka panas ini akan menjalar dan melarutkan batuan-batuan sekitarnya. Sehingga mempengaruhi komposisi magma tersebut. Hal ini sering terjadi terutama pada magma plutonik.
- Proses Pencampuran Magma; dua batuan yang berbeda, terutama batuan vulkanik dan batuan intrusi dangkal dapat juga dihasilkan oleh campuran dari sebagian kristalisasi magma.
b. Sintesis = pembentukan magma baru karena proses asimilasi dengan batuan gamping.
c. Anateksis = proses pembentukan magma dari peleburan batuan pada kedalaman yang sangat besar.
Sehingga dari akibat-akibat proses tersebut magma selanjutnya mengalami perubahan daya kondisi awal yang homogen dalam skala besar sehingga menjadi suatu tubuh batuan beku yang bervariasi.
Kelompok Kelompok Mineral
Diposting oleh Selamat datang di blog on Kamis, 28 Februari 2013
- Unsur bebas
- Sulfida (Mengandung S)
- Oksida (Mengandung Oksigen)
- Halida
- Karbonat
- Sulfat (Mengandung SO4)
- Phosfat
- Silikat
- Unsur Bebas
- · Logam, contohnya :
Perak (Ag), sistem kristal isometrik
- Semilogam, contohnya :
- · Nonlogam,contohnya :

Skala Waktu Geologi
Diposting oleh Selamat datang di blog on Sabtu, 23 Februari 2013
Skala Waktu Absolut (Radiometrik)
Sebagaimana telah diuraikan diatas bahwa skala waktu relatif didasarkan atas kehidupan masa lalu (fosil). Bagaimana kita dapat menempatkan waktu absolut (radiometrik) kedalam skala waktu relatif dan bagaimana pula para ahli geologi dapat mengetahui bahwa:
- Bumi itu telah berumur sekitar 4,6 milyar tahun
- Fosil yang tertua yang diketahui berasal dari batuan yang diendapkan kurang lebih 3,5 milyar tahun lalu.3
- Fosil yang memiliki cangkang dengan jumlah yang berlimpah diketahui bahwa pertama kali muncul pada batuan-batuan yang berumur 570 juta tahun yang lalu.
- Umur gunung es yang terahkir terbentuk adalah 10.000 tahun yang lalu.
Para ahli geologi abad ke19 dan para paleontolog percaya bahwa umur Bumi cukup tua, dan mereka menentukannya dengan cara penafsiran. Penentuan umur batuan dalam ribuan, jutaa atau milyaran tahun dapat dimungkinkan setelah diketemukan unsur radioaktif. Saat ini kita dapat menggunakan mineral yang secara alamiah mengandung unsur radioaktif dan dapat dipakai untuk menghitung umur secara absolut dalam ukuran tahun dari suatu batuan. Sebagaimana kita ketahui bahwa bagian terkecil dari setiap unsur kimia adalah atom. Suatu atom tersusun dari satu inti atom yang terdiri dari proton dan neutron yang dikelilingi oleh suatu kabut elektron. Isotop dari suatu unsur atom dibedakan dengan lainnya hanya dari jumlah neutron pada inti atomnya.
Tabel dibawah adalah Skala Waktu Geologi yang merupakan hasil spesifikasi dari International Commission on Stratigraphy pada tahun 2009. Adapun warna yang tertera dalam tabel Skala Waktu Geologi merupakan hasil spesifikasi dari Committee for the Geologic Map of the World tahun 2009.
Batuan Metamorf
Diposting oleh Selamat datang di blog on Kamis, 21 Februari 2013
”Perubahan himpunan mineral dan tekstur batuan dalam keadaan (fasa) padat (solid slate) pada suhu diatas 200°C dan tekanan 300 Mpa”.
- Proses metamorfisme, meliputi:
- Proses perubahan fisik yang menyangkut struktur dan tekstur oleh tenaga kristaloblastik (tenaga dari sedimen-sedimen kimia untuk menyusun susunan sendiri).
- Proses-proses perubahan susunan mineralogi, sedangkan susunan kimianya tetap (isokimia) tidak ada perubahan komposisi kimiawi, tapi hanya perubahan ikatan kimia.
- Tahap-tahap proses metamorfisme:
- Rekristalisasi Proses ini dibentukoleh tenaga kristaloblastik, di sini terjadi penyusunan kembali kristal-kristal dimana elemen-elemen kimia yang sudah ada sebelumnya.
- Reorientasi Proses ini dibentuk oleh tenaga kristaloblastik, di sini pengorientasian kembali dari susunan kristak-kristal, dan ini akan berpengaruh pada tekstur dan struktur yang ada.
- Pembentukan mineral-mineral baru Proses ini terjadi dengan penyusunan kembali elemen-elemen kimiawi yang sebelumnya sudah ada.
- Dalam metamorfosa yang berubah adalah : tekstur dan asosiasi mineral, yang tetap adalah komposisi kimia dan fase padat (tanpa melalui fase cair).
- Teksturnya selalu mereflesikan sejarah pembentukannya.
- Tekstur Foliasi, yaitu tekstur yang berlapis-lapis dimana butir-butir batuan penyusunnya pipih sehingga memperlihatkan lapisan atau belahan kearah mana batuan cenderung membelah, yang termasuk dalam tekstur foliasi adalah: Slaty, Phyllitic, Schistose, Gneissic
- Tekstur Non-Foliasi, yaitu tekstur yang tidak menunjukkan kecenderungan berlapis, yang termasuk dalam tekstur foliasi adalah: Marmer, Serpentinit, Antrasit.
Batuan Sedimen
Diposting oleh Selamat datang di blog
Dalam batuan sedimen dapat dijumpai fragmen batuan maupun mineral. Mineral-mineral yang umum dan banyak dijumpai dalam batuan sedimen adalah:
- Kwarsa
- Mika
- Kalsit
- Feldsfar
- Dolomit
- Mineral lempung
Tekstur
Berdasarkan kejadiannya, batuan sedimen dibedakan menjadi batuan sedimen klastik dan nonnkalstik.Dari kedua macam batuan sedimen tersebut dikenal tekstur klastik dan nonklastik.
1. Tekstur klastik
Semua batuan sedimen klastik mempunyai tekstur klastik. Yang perlu diperhatikan pada batuan tersebut adalah ukuran butir dan bentuk butir. Untuk ukuran butir dipakai klasifikasi ukuran butir dari wentworth sebagai berikut :
2. Tekstur nonklastik
Semua batuan nonklastik mempunyai tekstur nonklastik. Ciri khas dari tekstur nonklastik adalah adanya kristal-kristal yang saling menjari, tidak ada ruang pori-pori antar butir dan umumnya monomineralik.
Klasifikasi butiran kristal dalam tektur nonklastik
Beberapa tekstur nonklastik yang penting adalah :
- Amorf. Partikel-partikel umumnya berukuran lempung atau koloid, nonkristalin. Misal : rijang masif
- Oolistik. Tersusun oleh kristal-kristal kecil berbentuk bulat atau elipsoid, terkumpul seperti telur ikan, butir-butiran berukuran 0,25 – 0,2 mm. Misal : batugamping oolit.
- Pisolitik. Seperti oolitik, tetapi butiran berukuran lebih besar dari 2 mm. Misal : batugamping pisolitik.
- Sakaroidal. Partikel-pertikel berbutir halus, sama besar (equigranular). Misal batugamping sakaroidal.
- Kristalin. Bila tersusun oleh kristal-kristal besar.
- Berlapis, terlihat di lapangan sebagai susunan yang berlapis-lapis. Bila ketebalan individu lapisan lebih besar dari 1 cm dinamakan lapisan, sedangkan bila lebih kecil dari 1 cm dinamakan laminasi.
- b. Bergradasi, bila butir-butiran dalam tubuh batuan dari bawah ke atas makin halus.
- c. Silang siur, yaitu satu seri perlapisan yang saling potong memotong dalam tubuh batuan sedimen.
- d. Masif, bila dalam tubuh batuan sedimen tidak terlihat struktur sedimen.
- a. Konkreasi, bila berbentuk bulat
- Nodul, bila berbentuk tidak teratur
1. Adanya bidang perlapisan yaitu struktur sedimen yang menandakan adanya proses
sedimentasi.
2. Sifat klastik yang menandakan bahwa butir – butir pernah lepas, terutama pada golongan
detritus.
3. Sifat jejak adanya bekas – bekas tanda kehidupan (fosil).
4. Jika bersifat hablur, selalu monomineralik, misalnya : gypsum, kalsit, dolomite dan rijing.
.jpg)





























