contoh laporan pengamatan perusahaan

Diposting oleh Selamat datang di blog on Kamis, 12 Februari 2015



LAPORAN
HASIL PENGAMATAN DAN WAWANCARA PADA SENTRA INDUSTRI PENGGILINGAN PADI “TUNAS
DESA JOGOSIMO KECAMATAN KLIRONG KABUPATEN KEBUMEN

index


Disusun oleh :

1. Bagus Nugroho                             ( 08 )
2. Catur Rahmat Wibowo                ( 11 )
3. Saeful Bachri                                 ( 37 )
4. Wahyu Widyatmoko                     ( 43 )


YAYASAN TAMAN SISWA CABANG KEBUMEN
SMK TAMAN KARYA MADYA PERTAMBANGAN KEBUMEN
Alamat : Jl. HM. Sarbini No.177B Telp. 0287-3870227 Kebumen 54351




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Didirikannya sebuah perusahaan memiliki tujuan yang jelas. Ada beberapa hal yang mengemukakan tentang tujuan pendirian suatu perusahaan. Tujuan perusahaan yang pertama adalah untuk mencapai keuntungan maksimal atau laba yang sebesar-besarnya. Tujuan perusahaan yang kedua adalah ingin memakmurkan pemilik perusahaan atau para pemilik saham. Sedangkan tujuan perusahaan yang ketiga adalah memaksimalkan nilai perusahaan yang tercermin pada harga sahamnya. Ketiga tujuan perusahaan tersebut sebenarnya secara substansial tidak banyak berbeda. Hanya saja penekanan yang ingin dicapai oleh masing-masing perusahaan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.
Dalam memasuki zaman yang serba bebas dengan sistem ekonomi yang bebas dan terbuka dibutuhkan pengelolaan perusahaan yang lebih kompleks, yang berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan praktik tata kelola usaha yang baik untuk memastikan bahwa manajemen berjalan dengan baik. Perusahaan yang dikelola dengan baik akan menumbuhkan keyakinan pihak-pihak eksternal dan memperoleh kepercayaan dari pasar. Untuk berhasil di pasar bersaing, suatu perusahaan harus mempunyai pengelola perusahaan yang inovatif, yang bersedia untuk mengambil resiko yang wajar, dan yang senantiasa mengembangkan strategi baru untuk mengantisipasi situasi yang berubah-ubah. Hal ini menurut manajemen sebagai pengurus perusahaan mempunyai ruang gerak untuk bertindak bebas dan di dorong untuk bertindak untuk kepentingan investor atau penanam modal.
2.2 Tujuan Penulisan
- Untuk mengetahui tenang profil pemilik sentra industri
- Untuk mengetahui tetang sejarah berdirinya sentra industri
- Untuk mengetahui tentang bidang-bidang kegiatan dalam sentra industri
- Untuk mengetahui tentang kendala yang pernah ditemui dalam sentra industi
- Untuk mengetahui tentang keberhasilan-keberhasilan yang pernah diraih oleh sentra industri


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Profil Sentra Industri


            Perusahaan pengilingan padi “TUNAS” adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang perindustrian pertanian dan pangan. Perusahaan ini beralamat di desa Jogosimo RT 01 Rw 03 Klirong Kebumen. Perusahaan ini dibangun pada tahun 1986.

Visi :
-          Terwujudnya kebutuhan pangan untuk masyarakat di Indonesia yang bergizi dari produk asli Indonesia.
-          Mencintai produk asli Indonesia sama saja mencintai bangsa Indonesia.

Misi :
-          Memambah kemajuan dibidang pertanian.
-          Membuka dan memperluas lapangan kerja.
-          Menjadi perusahaan yang terdepan di bidangnya.
-          Menciptakan tenaga kerja yang ahli dan kompeten serta memiliki imtaq dan iptek yang kuat.
-          Memuaskan konsumen.
-          Memberikan jasa bagi para petani yang ingin menggilingkan padi.
-          Memajukan ekonomi dan perbisnisan daerah.

A.    Profil Wirausahawan
Tidak terlalu banyak syarat untuk menjadi orang ang dipandang sukses. Cukup punyai uang banyak, orang telah menganggap ia sukses.Tetapi, apakah itu adalah kesuksesan yang sesungguhnya. Dari mana uangnya? Ternyata sukss itu sendiri harus benar agar bisa benar-benar sukses dunia akhirat. Salah satu cara meraih sukses adalah menjadi pengusaha.
            Indonesia memiliki beberapa pengusaha yang bisa dikatakan sukses. Banyak sekali onak dan duri yang harus dilalui. Orang-orang yang bekerja keras akan mendapat hasil yang banyak. Mereka berusaha sekuat tenaga mengerahkan semua potensi dirinya demi meraih yang mereka inginkan. Yang ada dalam benak mereka adalah bahwa akan banyak orang-orang yang menjadi korban kalau usaha mereka tidak sukses. Merasa bertanggung jawab atas banyak nyawa inilah yang membuat banyak pengusaha itu terus berusaha seoptimal mungkin agar tidak bangkrut. Mereka bahkan ingin terus berjaya agar semakin banyak orang yang bisa dipekerjakan. Begitu pun dengan para pengusaha di bidang pertanian.
            Dunia pertanian tidak hanya menghasilkan sayur-mayur bernutrisi tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan. Jauh dibalik semua itu semua, dunia pertanian mampu menghasilkan seorang Jamaludin dibidang pertanian.beliau adalah pendiri sekaligus pemilik perusahaan penggilingan padi “TUNAS”  yang beralamat di desa Jogosimo RT 01 RW 03 Klirong Kebumen. Perusahaan ini bergerak di bidang pertanian.
            Jamaludin merupakan anak ke-3 (tiga) dari 4 (empat) bersaudara. Beliau dilahirkan di Kebumen pada 1984. Ia meneruskan usaha dari orang tuanya sejak tahun 2004. Seorang Jamaludin telah mengambil jalur perberasan sebagai jalur bisnisnya. Dengan pandangan bahwa beras adalah kebutuhan pokok sehari-hari, dan ,makanan yang mengandung gizi tinggi serta ada kemungkinan akan menjadi salah satu makanan pokok yang menyehatkan, maka Jamaludin terus berusaha memajukan bisnisnya dengan cara yang profesional. Ia dibantu keluarga dan orang-orang yang mempunyai pandangan yang sama dengan dirinya. Ia pun tidak sungkan berbagi ilmu. Baginya kesuksesan itu adalah milik semua orang dan ia ingin menjadi bagian dari kesuksesan itu sendiri.

B.     Riwayat Perusahaan
Perusahaan pengilingan padi “TUNAS” merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pertanian dan perindustrian pangan. Dibangun pada era tahun 1986. Memiliki visi dan misi yang jelas dan positif. Mengutamakan perbisnisan di bidang pertanian dan perindustrian pangan. Bertempat strategis dipinggir jalan raya yang mudah dijangkau menggunakan kendaraan. Pemilik perusahaan pengilingan padi “TUNAS” seorang wirausahawan muda dan memiliki pengalaman yang luas dalam dunia bisnis khususnya dalam bidang pertanian.
           
2.2 Bidang Kegiatan Dalam Perusahaan
Dalam perusahaan pengilingan padi “TUNAS” terdapat bidang-bidang yang terbentuk. Bentuk-bentuk bidang yang dapat diamati adalah bidang produksi, bidang tenaga kerja, bidang keuangan, dan bidang pemasan.

A. Bidang Produksi
            Perusahaan penggilingan padi TUNAS memproduksi berbagai macam beras. Yakni beras ketan, beras berkualitas super, serta beras bulog. Jika dilihat dari sehari-hari kita, beras adalah kebutuhan pokok sehari-hari kita. Jadi akan kebutuhan beras dalam kehidupan sehari-hari kita sangat dibutuhkan. Beras ketan misalnya, kebutuhan akan beras ketan amat sangat banyak, seperti untuk bahan pokok pembuatan makanan seperti jenang, wajik, jipang dll.
Selain memproduksi beras, Persusahaan penggilingan padi TUNAS juga memproduksi bekatul. Sementara kita tahu bahwa yang namanya bekatul adalah pakan utama berbagai macam ternak, seperti ayam, bebek, sapi dll. Jadi akan kebutuhan bekatul juga sangat dibutuhkan oleh para peterak-peternak. Disamping memproduksi beras dan bekatul, perusahaan penggilingan padi TUNAS juga memproduksi kulit padi atau yang sering disebut dengan merang. Merang disini gunanya untuk membakar batu bata merah, ataupun ada juga untuk kebutuhan ternak ayam broiler.

B. Bidang Tenaga Kerja
            Dalam perusahaan penggilingan padi TUNAS ini hanya dibutuhkan 3 (tiga) tenaga pokok. Sementara diperusahaan-perusahaan penggilingan padi yang lain ada yang menggunakan 2 (dua) atau 4 (empat) tenaga pokok. Sementara di perusahaan penggilingan padi TUNAS ini juga menggunakan tenaga sampingan yang gunanya untuk tenaga bongkar dan muat padi, beras , ataupun bekatul.

C. Bidang Keuangan
            Seperti halnya perusahaan-perusahaan lainya, perusahaan penggilingan padi “TUNAS” juga memiliki bidang keuangan. Bidang keuangan perusahaan pengilingan padi “TUNAS” didasarkan pada hasil pemasukan dan pengeluaran hasil penggilingan padi. Hasil pemasukan biasanya dilandasi dari hasil eksplor barang jadi ke daerah-daerah tertentu. Seperti beras berkualitas super, beras bulog, bekatul, dan merang atau kulit padi. Ada juga biasanya pemasukan lainya dari para masyarakat kecil yang biasa membeli beras dan bekatul secara eceran dan para petani yang menggilingkan padinya. Hasil pengeluaran yang biasa dilakukan adalah impor barang mentah seperti padi. Ada juga pengeluaran yang lain seperti pembelian bahan bakar untuk mesin penggilingan, pembelian karung untuk kantong beras dan bekatul, dan pembelian alat lainya lainya.

D. Bidang Pemasaran
            Dalam bidang pemasaran, perusahaan penggilingan padi “TUNAS” memasarkan hasil barang jadi. Untuk beras, ada dua jenis beras yang biasanya di pasarkan, yaitu beras berkualitas super dan beras bulog. Target pemasaran untuk beras biasanya diekspor kedaerah-daerah tertentu. Seperti, daerah Purworejo, Jogja, Kota Tegal, Jakarta, Bandung.
            Kemudian untuk bekatul, biasanya jika stok sedang banyak bekatul diekspor kedaerah-daerah seperti, Purworejo dan Kota Tegal. Jika stok sedang sedikit biasanya bekatul di ecer pada peternak-peternak hewan unggas untuk pakan unggas. Untuk merang atau kulit padi biasanya dipasarkan pada pengusaha-pengusaha batu bata merah untuk membakar batu bata merah dan pada pengusaha-pengusaha peternak ayam potong untuk dampar pada kotoran ayam.


BAB III
KEGAGALAN DAN KEBERHASILAN

3.1  Kegagalan Yang Pernah Dialami / Dihadapi
            Semua perusahaan pasti pernah mengalami kegagalan. Seperti halnya pada perusahaan penggilingan padi “TUNAS”. Kegagalan-kegagalan yang pernah dialami oleh perusahaan penggilingan padi “TUNAS” biasanya dari faktor impor barang yang kurang teliti. Seperti, yang pernah dialaminya adalah impor padi yang tidak sesuai. Biasaya padi yang di impor tidak sesuai dengan yang diharapakan. Misal, padinya masih dalam kondisi basah, atau penipuan dengan cara mencampur padi kering dan padi basah. Sehingga barangnya lebih sulit diolah dan hasil barang jadinya kurang sesaui dan harga menurun.

A.    Penyebab
            Penyebab-penyebab kegagalan-kegagalan perusahaan penggilingan padi “TUNAS” dipengaruhi oleh faktor kecurangan penjual padi. Penyebab utamanya adalah penjual padi menipu dengan cara padi yang dijual masih dalam kondisi basah, atau penipuan dengan cara mencampur padi kering dan padi basah. Sehingga barangnya lebih sulit diolah dan hasil barang jadinya kurang sesaui dan harga menurun. Meskipun penjual padi tersebut adalah teman sendiri, tetapi demi bisnis mereka rela melakukan segala hal untuk mendapatkan keuntungan yang banyak meskipun dengan cara menipu pun ia lakukan.

B. Solusi Untuk Mengatasi
            Salah satu solusi yang dilakukan untuk mengurangi kegagalan dalam berbisnis, perusahaan penggilingan padi “TUNAS” lebih teliti dalam melakukan impor barang mentah. Setidaknya kegagalan yang pernah di alami oleh perusahaan penggilingan padi “TUNAS” tidak ingin dirasakannya lagi.



3.2 Keberhasilan Yang Pernah Diraih
            Kegagalan tak membuat seorang Jamaludin patah semangat, ia belajar dari semua kegagalan yang pernah dihadapi. Ia bertekad dan bekerja keras untuk membangun perusahannya lebih maju lagi. Ia pecaya orang-orang yang bekerja keras akan mendapat hasil yang banyak. Berusaha sekuat tenaga mengerahkan semua potensi dirinya demi meraih keberhasilan.
            Keberhasilan suatu perusahaan di pengaruhi oleh pemilik perusahaan tersebut. Sehingga Jamaludin selaku pemilik perusahaan penggilingan padi “TUNAS” bekerja keras demi mendapatkan keberhasilan perusahaanya. Salah satu keberhasilanya adalah dengan memiliki perusahaan penggilingan padi “TUNAS” ia bisa membantu ekonomi keluarganya dan bisa merubah kehidupannya.


BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan kegiatan wawancara yang dilakukan di perusahaan penggilingan padi “TUNAS”, dapat disimpulkan bahwa perusahaan penggilingan padi “TUNAS” dikelola oleh wirausahawan muda yang merintis karirnya didunia perindustrian pertanian. Ia meneruskan usaha orang tuanya sejak tahun 2004. Perusahaan penggilingan padi “TUNAS” beralamat di desa Jogosimo RT 01 Rw 03 Klirong Kebumen.
Perusahaan penggilingan padi “TUNAS” memproduksi padi yang di olah menjadi beras, bekatul, dan merang atau kulit padi. Dalam bidang tenaga kerja, Perusahaan penggilingan padi “TUNAS” memiliki 3 (tiga) tenaga pokok dan ada juga tenaga sampingan. Hasil olahan padi di pasarkan secara diekspor dan di ecer. Dalam kegiatan ekspor, perusahaan penggilingan padi “TUNAS” mengekspor hasil olahanya masih dalam wilayah jawa.
Kegagalan dan keberhasilan sudah pernah diraih oleh Perusahaan penggilingan padi “TUNAS”. Penyebab kegagalan utama adalah dipengaruhi oleh faktor penjual padi yang tidak konsisten dalam berbisnis. Hasilnya pemasukan yang di dapat menjadi berkurang. Keberhasilan yang diraih adalah seorang Jamaludi selaku pemilik perusahaan penggilingan padi “TUNAS” mampu memberikan hasil yang dapat membentu ekonomi keluarganya.

B.     Saran
Untuk Jamaludin selaku pemilik perusahaan penggilingan padi “TUNAS” harus lebih teliti dalam melakukan impor barang mentah. Jangan sampai kejadian yang merugikan dapat terulang lagi. Sebelum melakukan impor barang mentah harus diperiksa secara detail. Jangan sampai mendapatkan barang yang tidak sesuai atau barang yang dapat merugikan. Jangan mudah terpengaruh oleh teman. Meskipun teman, didalam dunia bisnis curang pun dapat dilakukan. Dalam dunia bisnis, bisnis ya bisnis. Dalam dunia pergaulan, teman ya teman. Harus bisa membedakan mana teman dan mana bisnis.
Dalam menangani ekspor seharusnya jangan cuma wilayah jawa saja yang di ekspor beras. Mengingat kebutuhan beras adalah makanan pokok sehari-hari, siapapun pasti membutuhkan beras. Setidaknya sampai wilayah luar jawa. Seperti, Kalimantan, Sumatra dan wilayah lainnya diluar jawa. Sebelum melakukan ekspor barang harus ada persetujuan harga barang terlebih dahulu dengan kosumen.


LAMPIRAN




More about contoh laporan pengamatan perusahaan

eksplorasi migas

Diposting oleh Selamat datang di blog



JURNAL


Tentang Eksplorasi Migas
( Minyak Bumi dan Gas)
SMK Taman Karya Madya Pertambangn Kebumen
                                                                         
index



Oleh:
Saeful Bachri
041


YAYASAN TAMAN SISWA
SMK TAMAN KARYA MADYA PERTAMBANGAN
KEBUMEN TEKNIK GEOLOGI PERTAMBANGAN DAN
OTROTONIK TAHUN AJARAN 2013/2014





Penulis             : Saeful Bachri
Pembimbing    : Ir. H Chusni Ansori, MT

BAB I
PENDAHULUAN

1.1      Latar Belakang

Pertambangan ialah suatu rangkaian kegiatan mulai dari kegiatan penyelidikan bahan galian sampai dengan pemasaran bahan galian. secara umum tahapan kegiatan pertambangan terdiri dari Penyelidikan Umum (Prospeksi), Eksplorasi, Penambangan, Pengolahan, Pengangkutan, dan Pemasaran.
Eksplorasi, disebut juga penjelajahan atau pencarian, adalah tindakan mencari atau melakukan perjalanan dengan tujuan menemukan sesuatu. Dalam dunia perminyakan, eksplorasi atau pencarian minyak bumi merupakan suatu kajian panjang yang melibatkan beberapa bidang kajian kebumian dan ilmu eksak. Untuk kajian dasar, riset dilakukan oleh para geologis, yaitu orang-orang yang menguasai ilmu kebumian. Mereka adalah orang yang bertanggung jawab atas pencarian hidrokarbon tersebut.
Eksplorasi merupakan kegiatan yang dilakukan setelah prospeksi atau setelah endapan suatu bahan galian ditemukan yang bertujuan untuk mendapatkan kepastian tentang endapan bahan galian yang meliputi bentuk, ukuran, letak kedudukan, kualitas (kadar) endapan bahan galian serta karakteristik fisik dari endapan bahan galian tersebut.
Selain untuk mendapatkan data penyebaran dan ketebalan bahan galian, dalam kegiatan ini juga dilakukan pengambilan contoh bahan galian dan tanah penutup. Tahap ekplorasi ini juga sangat berperan pada tahan reklamasi nanti, melalui eksplorasi ini kita dapat mengetahui dan mengenali seluruh komponen ekosistem yang ada sebelumnya.
Tahap eksplorasi ini dimaksudkan untuk membatasi daerah sebaran endapan yang akan menjadi sasaran eksplorasi selanjutnya. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini, di antaranya, pemetaan geologi dengan skala minimal 1:50.000, pengukuran penampang stratigrafi, pembuatan paritan, pembuatan sumuran, pemboran uji (scout drilling), pencontohan dan analisis. Metode tidak langsung, seperti penyelidikan geofisika, dapat dilaksanakan apabila dianggap perlu.
Logging geofisik berkembang dalam ekplorasi minyak bumi untuk analisa kondisi geologi dan reservior minyak. Logging geofisik untuk eksplorasi batubara dirancang tidak hanya untuk mendapatkan informasi geologi, tetapi untuk memperoleh berbagai data lain, seperti kedalaman, ketebalan dan kualitas lapisn batubara, dan sifat geomekanik batuan yang menyrtai penambahan batubara.
Dan juga mengkompensasi berbagai maslah yang tidak terhindar apabila hanya dilakukan pengeboran, yaitu pengecekan kedalaman sesungguhnya dari lapisan penting, terutama lapisan batubara atau sequence rinci dari lapisan batubara termasuk parting dan lain lain.


BAB II
Metode

A.    Metode eksplorasi
Secara ilmu geologi, untuk menentukan suatu daerah mempunyai potensi akan minyak bumi, maka ada beberapa kondisi yang harus ada di daerah tersebut dalam eksplorasi minyak bumi hal ini disebut kajian geologi. Jika salah satu saja tidak ada maka daerah tersebut tidak potensial atau bahkan tidak mengandung hidrokarbon. Kondisi itu adalah:
  1. Batuan Sumber (Source Rock), yaitu batuan yang menjadi bahan baku pembentukan hidrokarbon. biasanya yang berperan sebagai batuan sumber ini adalah serpih (Shale). batuan ini kaya akan kandungan unsur atom karbon (C) yang didapat dari cangkang – cangkang fosil yang terendapkan di batuan itu. Karbon inilah yang akan menjadi unsur utama dalam rantai penyusun ikatan kimia hidrokarbon
  2. Tekanan dan Temperatur, untuk mengubah fosil tersebut menjadi hidrokarbon, tekanan dan temperatur yang tinggi di perlukan. Tekanan dan temperatur ini akan mengubah ikatan kimia karbon yang ada dibatuan menjadi rantai hidrokarbon.
  3. Migrasi, Hirdokarbon yang telah terbentuk dari proses di atas harus dapat berpindah ke tempat dimana hidrokarbon memiliki nilai ekonomis untuk diproduksi. Di batuan sumbernya sendiri dapat dikatakan tidak memungkinkan untuk di ekploitasi karena hidrokarbon di sana tidak terakumulasi dan tidak dapat mengalir. Sehingga tahapan ini sangat penting untuk menentukan kemungkinan eksploitasi hidrokarbon tersebut.
  4. Reservoir, adalah batuan yang merupakan wadah bagi hidrokarbon untuk berkumpul dari proses migrasinya. Reservoar ini biasanya adalah batupasir dan batuan karbonat, karena kedua jenis batu ini memiliki pori yang cukup besar untuk tersimpannya hidrokarbon. Reservoar sangat penting karena pada batuan inilah minyak bumi di produksi.
  5. Caps Rock, Minyak dan atau gas terdapat di dalam reservoir, untuk dapat menahan dan melindungi fluida tersebut, maka lapisan reservoir ini harus mempunyai penutup di bagian luar lapisannya. Sebagai penutup lapisan reservoir biasanva merupakan lapisan batuan yang rnempunyai sifat kekedapan (impermeabel), yaitu sifat yang tidak dapat meloloskan fluida yarg dibatasinya. Jadi lapisan penutup didefinisikan sebagai lapisan yang berada  dibagian atas dan tepi reservoir yang dapat dan melindungi fluida yang berada di dalam lapisan di bawahnya.
  6. Perangkap Reservoir (Reservoir Trap), Merupakan unsur pembentuk reservoir sedemikian rupa sehingga lapisan beserta penutupnya merupakan bentuk yang konkap ke bawah, hal ini akan mengakumulasikan minyak dalam reservoir. Jika perangkap ini tidak ada maka hidrokarbon dapat mengalir ketempat lain yang berarti ke ekonomisannya akan berkurang atau tidak ekonomis sama sekali.

Kajian geologi merupakan kajian regional, jika secara regional tidak memungkinkan untuk mendapat hidrokarbon maka tidak ada gunanya untuk diteruskan. Jika semua kriteria di atas terpenuhi maka daerah tersebut kemungkinan mempunyai potensi minyak bumi atau pun gas bumi. Sedangkan untuk menentukan ekonomis atau tidaknya diperlukan kajian yang lebih lanjut yang berkaitan dengan sifat fisik batuan. Maka penelitian dilanjutkan pada langkah berikutnya.


BAB III
Hasil
Setelah kajian secara regional dengan menggunakan metoda geologi dilakukan, dan hasilnya mengindikasikan potensi hidrokarbon, maka tahap selanjutnya adalah tahapan kajian geofisika. Pada tahapan ini metoda – metoda khusus digunakan untuk mendapatkan data yang lebih akurat guna memastikan keberadaan hidrokarbon dan kemungkinannya untuk dapat di ekploitasi. Data-data yang dihasilkan dari pengukuran pengukuran merupakan cerminan kondisi dan sifat-sifat batuan di dalam bumi. Ini penting sekali untuk mengetahui apakan batuan tersebut memiliki sifat – sifat sebagai batuan sumber, reservoir, dan batuan perangkap atau hanya batuan yang tidak penting dalam artian hidrokarbon. Metoda-metoda ini menggunakan prinsip-prinsip fisikayang digunakan sebagai aplikasi engineering.Metoda tersebut adalah:
  1. Survey Geologi Permukaan, pemetaan geologi pada permukaan secara detail dapat dilakukan jika memang terdapat singkapan. Pemetaan dilakukan pada rintisan dan juga di sepanjang sungai.
  2. Eksplorasi seismik, Ini adalah ekplorasi yang dilakukan sebelum pengeboran. kajiannya meliputi daerah yang luas. dari hasil kajian ini akan didapat gambaran lapisan batuan di dalam bumi. Untuk survey detail, metode seismik merupakan metode yang paling teliti dan dewasa ini telah melampaui kemampuan geologi permukaan. Metode yang digunakan adalah khusus metode refleksi. Walaupun pemetaan geologi detail terhadap tutupan telah dilakukan, pengecekan seismik selalu harus dilaksanakan, untuk penentuan kedalam objektif pemboran serta batuan dasar dan juga lapisan yang akan menghasilkan minyak
  3. Data resistivity, prinsip dasarnya adalah bahwa setiap batuan berpori akan diisi oleh fluida. Fluida ini bisa berupa air, minyak atau gas. Membedakan kandungan fluida di dalam batuan salah satunya dengan menggunakan sifat resistan yang ada pada fluida. Fluida air memiliki nilai resistan yang rendah dibandingkan dengan minyak, demikian pula nilai resistan minyak lebih rendah dari pada gas. dari data log kita hanya bisa membedakan resistan rendah dan resistan tinggi, bukan jenis fluida karena nilai resitan fluida berbeda beda dari tiap daerah. sebagai dasar analisa fluida perlu kita ambil sampel fluida di dalam batuan daerah tersebut sebagai acuan kita dalam interpretasi jenis fluida dari data resistiviti yang kita miliki
  4. Data porositas
  5. Data berat jenis, data ini diambil dengan menggunakan alat logging dengan bantuan bahan radioaktif yang memancarkan sinar gamma. Pantulan dari sinar ini akan menggambarkan berat jenis batuan. Dapat kita bandingkan bila pori batuan berisi air dengan batuan berisi hidrokarbon akan mempunyai berat jenis yang berbeda.

Sebagai tambahan semua propek yang telah dipilih serta dinilai dalam suatu sistem penilaian, kemudian dipih untuk dilakukan pemboran eksplorasi terhadapnya. Maka semua prospek ini haruslah diberi prognosis. Yang dimaksud Prognosis adalah rencana pemboran secara terperinci serta ramalan-ramalan mengenai apa yang akan ditemui waktu pemboran dan pada kedalaman berapa. Prognosis meliputi ;
  1. Lokasi Yang Tepat, lokasi ini biasanya harus diberikan dalam koordinat. Untuk mencegah terjadinya kesalahan dalam lokasi titik terhadap tutupan struktur, sebaliknya semua koordinat lokasi tersebut penentuannya dilakukan dari pengukuran seismik, terutama jika tutupan ditentukan oleh metode seismik. Jika hal ini terjadi di laut misalnya, maka pengukuran harus dilakukan dari pelampung (buoy) yang sengaja ditinggalkan di laut pada pengukuran seismik, juga dari titik pengukuran radar di darat. Setidak-tidaknya pengukuran lokasi itu harus teliti sekali sebab kemelesetan beberapa ratus meter dapat menyebabkan objektif tidak diketemukan.
  2. Kedalaman Akhir, kedalaman Akhir pemboran eksplorasi biasanya merupakan batuan dasar cekungan sampai mana pemboran itu pada umumnya direncanakan. penntuan kedalaman akhir ini sangat penting karena dengan demikian kita dapat memperkirakan berapa lama pemboran itu akan berlangsung dan dalam hal ini juga untuk berapa lama alat bor itu kita sewa. Penentuan kedalaman akhir ini diasarkan atas data seismik, setelah dilakukan korelasi dengan semua sumur yang ada dan juga dari kecepatan rambat reflektor yang ditentukan sebagai batuan dasar.
  3. Latar Belakang Geologi, alasan untuk pemboran didsarkan atas latar belakang geologi. Maka harus disebutkan keadaan geologi daerah tersebut, alasan pemboran eksplorasi dilakukan di daerah tersebut, jenis tutupan prospek dan juga struktur yang diharapkan dari prospek tersebut.
  4. Objektif Atau Lapisan Reservoir Yang Diharapkan, ini biasanya sudah ditentukan dan stratigrafi regional dan juga diikat dengan refleksi yang didapat dari seismik. Objektif lapisan reservoir ini harus ditentukan pada tingginya kedalaman yang diharapkan akan dicapai oleh pemboran, dimana diperoleh dari perhitungan kecepatan rambat seismik.
  5. Kedalaman Puncak Formasi Yang Akan Ditembus, juga dalam prognosis ini harus kita tentukan formasi-formasi mana yang akan dilalui bor, maka kedalaman puncak (batas) formasi ini harus ditentukan dari data seismik.
  6. Jenis Survey Lubang Bor Yang Akan Dilaksanakan, pada setiap Pemboran eksplorasi selalu dilakukan survey lubang bor. Survey meliputi misalnya peng-Logan lumpur, Peng-Logan Cutting, Peng-Logan Listrik, Peng-Logan Radioaktif, dan sebagainya. Sebaiknya pada pemboran eksplorasi dilakukan survey yang lengkap , selain itu juga harus direncanakan apakah akan dilakukan pengambilan batu inti (coring) atau tidak.
Dalam pembuatan prognosis ini juga ahli geologi harus bekerja sama dengan bagian eksploitasi dan bagian pemboran. Dengan demikian diharapkan diperoleh hasil yang sangat baik dalam pengembangan suatu lapangan nantinya.






Kesimpulan

Untuk menentukan suatu daerah mempunyai potensi akan minyak bumi, maka ada beberapa kondisi yang harus ada di daerah tersebut, Kondisi itu adalah:
-          Batuan Sumber (Source Rock)
-          Tekanan dan Temperatur
-          Migrasi
-          Reservoir
-          Caps Rock
-          Perangkap Reservoir (Reservoir Trap)

Secara statistik, dapat disimpulkan bahwa eksplorasi batubara dapat dilakukandengan metode atau cara sebagai berikut:
-          Survey Geologi Permukaan
-          Eksplorasi seismik
-          Data resistivity
-          Data porositas
-          Data berat jenis

Prognosis adalah rencana pemboran secara terperinci serta ramalan-ramalan mengenai apa yang akan ditemui waktu pemboran dan pada kedalaman berapa. Prognosis meliputi ;
-          Lokasi Yang Tepat
-          Kedalaman Akhir
-          Latar Belakang Geologi
-          Objektif Atau Lapisan Reservoir Yang Diharapkan
-          Kedalaman Puncak Formasi Yang Akan Ditembus
-          -Jenis Survey Lubang Bor Yang Akan Dilaksanakan





DAFTAR PUSTAKA
http://iatmismmigas.wordpress.com/2011/12/22/eksplorasi-minyak-bumi/
http://andiashariahmad.blogspot.com/2012/12/eksplorasi-batubara-umi.html#!/2012/12/eksplorasi-batubara-umi.html

More about eksplorasi migas