Enhanced Oil Recovery (EOR) Water Injection

Diposting oleh Selamat datang di blog on Rabu, 06 Agustus 2014

          Enhanced Oil Recovery (EOR) adalah teknik yang berkaitan dengan upaya  meningkatkan perolehan minyak (oil recovery) dari suatu reservoar, dengan cara menginjeksikan fluida, atau fluida + bahan kimia, atau panas kedalam reservoir melalui sumur injeksi dan memproduksikan minyaknya melalui sumur produksi. 
Tujuan dilakukannya peningkatan perolehan minyak ini adalah untuk terus meningkatkan produksi minyak pada suatu sumur produksi. Dimana pada tahap awal minyak tersebut agar mengalir dengan sendirinya atau sering disebut dengan natural flow, namun setelah beberapa tahap ini akan mengalami penruran produksi maka dibutuhkan metode secondary recovery untuk kembali menigkatkan produksi minyak pada sumur produksi tersebut. Grafik dari produksi minyak ini dapat dilihat pada gambar dibawah:

Gambar 1: Concept Of Incremental Oil

Sedangkan untuk mekanisme peningkatan perolehan minyak ini tersaji oleh bagan dibawah:


Gambar 2: Mekanisme peningkatan produksi minyak
Pada makalah ini akan secara khusus dibahas mengenai upaya peningkatan perolehan minyak melalui injeksi air.  Injeksi air merupakan salah satu metoda EOR yang paling banyak dilakukan sampai saat ini. Biasanya injeksi air digolongkan ke dalam injeksi tak tercampur.
Alasan-alasan sering digunakannya injeksi air ialah:
·         Mobilitas yang cukup rendah
·         Air cukup mudah diperoleh
·         Pengadaan air cukup murah
·         Berat kolom air dalam sumur injeksi turut menekan, sehingga cukup banyak mengurangi besarnya tekanan injeksi yang perlu diberikan di permukaan; jika dibandingkan dengan injeksi gas, dari segi ini berat air sangat menolong.
·         Air biasanya mudah tersebar ke seantero reservoir, sehingga menghasilkan efisiensi penyapuan yang cukup tinggi.
·         Effisiensi pendesakan air juga cukup baik. sehingga harga Sor sesudah injeksi air = 30% cukup mudah didapat.

Gambar 3: Skema Injeksi Air (EOR)

Pemakaian injeksi air sebagai meloda untuk menaikan peralehan minyak dimulai pada tahun 1880 setelah John F. Carll menyimpulkan bahwa air tanah dari lapisan yang lebih dangkal dapat membantu produksi minyak. Secara tidak sengaja, hal telah terjadi sebelum di Pennsylvania opada tahun 1865. Tujuan Injeksi air adalah mengimbangi penurunan tekanan reservoir dengan menginjeksikan air ke dalam reservoir


A.      Pemilihan  Metode Injeksi Air sebagai Metode EOR
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa ketika natural flow menjadi tidak efisien lagi, pemilihan metode EOR untuk mengangkat minyak yang masih tersimpan dibawah merupakan sesuatu yang bersifat wajib dilakukan untuk meningkatkan produksi minyak suatu sumur. Metode EOR sendiri yang digunakan untuk lifting ada bermacam – macam misalnya injeksi polimer dan in situ combustion. Pemilihan jenis metode EOR yang ini sangat bergantung pada faktor tehnikal dan ekonomis.
1.      Faktor Teknik
Injeksi air sebagai metode EOR sangat diutamkan pada setiap kasus dimana tidak terdapat pembatas praktis, dimana rasio mobilitas yang tinggi. Selain itu pada reservoir yang mengandung under saturated oil  yang tinggi, injeksi air sangatlah sesuai karena perbandingan gas dan minyak yang rendah akan berhasil hanya didalam volume yang kecil dari gas yang tersedia untuk injeksi gas. Pada reservoir yang  mengandung saturasi minyak, air sangat cocok sebagai fluida injeksi selama permeabilitas airnya cukup tinggi. Namun, pada reservoir yang mengandung volatile oil metode  injeksi gas sangatlah diutamakan dalam melakukan recovery.
2.      Faktor Ekonomis
Dalam melakukan recovery selain memperhitungkan efisiensi dari metode recovery yang digunakan perlu dipertimbangkan juga biaya dari proyek injeksi tersebut. Unsur – unsur yang perlu dipertimbangkan misalnya;
·         Biaya pembelajaran dan eksperiment laboratorium
·         Biaya penggalian sumur tambahan
·         Biaya dari  peralatan operasi sepri pompa, filter dan lain – lain.
Pemilihan air sebagai metode EOR dapat disebabkan oleh beberapa faktor ekonomis sebagai berikut.
·         Ketersediaan air yang melimpah dan mudah didapat.
·         Mobilitas air yang tinggi;
·         Harga pembelian air yang sangat murah.
B.      Mekanika Perpindahan
Mekanika perpindahan yang dimaksud disini adalah pola perpindahan air atau pergerakan air pada saat dilakukan injeksi. Pola perpindahan air pada lapisan batuan ini dibedakan menjdai dua yaitu pada reservoir homogen dan reservoir heterogen
1.      Reservoir Homogen
Pada reservoir homogeny dianggap bahwa reservoir tersebut tersusun atas lapisan homogeny tunggal dimana fluida bergerak secara horizontal. Selain itu dianggap juga bahwa tingkat saturasi pada reservoir tersebut adalah konstan.

Gambar 4: Injeksi air pada reservoir homogen
2.      Reservoir Heterogen
Reservoir heterogen dapat dikelompokkan  menjadi 3 jenis Antaralain reservoir yang memiliki celah/retakan, reservoir berlapis dan reservoir dengan heterogonitas yang acak.

Gambar 5: Grafik EOR injeksi air pada reservoir heterogen
a.        Reservoir bercelah, dimana satu atau lebih sistem retakan membagi formasi menjadi lebih atau kurang block – block tetap and menghasilkan fluida konduktif tinggi. Pada reservoir bercelah sering diasumsikan bahwa  fluida terperangkap pada celah – celah batuan oleh gaya gravitasi. Selama proses injeksi air akan ada peningkatan stabil dari  minyak/air antarmuka pada rekahan dimana bersifat flat dan horizontal.

Gambar 6: Reservoir bercelah
b.        Reservoir Berlapis
Untuk reservoir berlapis ada 2 permasalan yang harus dipertimbangkan, tergantung keterdapatan penghubung dalam lapisan.

Gambar 7: Reservoir dengan lapisan dalam penghubung
c.         Reservoir dengan heterogenitas yang beragam, dimana pada reservoir jenis ini terdapat 2 atau lebih tipe porositas yang terdistribusi secara acak. Pada reservoir tipe ini proses imbibisi juga terjadi, dimana hubungan antara oil yang direcovery dan injeksi air dapat dilihat pada gambar dibawah.

Gambar 8:Resrvoir dengan porositas beragam
C.      Water Injection Performance Calculations
Hasil dibutuhkan dalam estimasi total minyak yang kembali didapatkan dan tingkat produksi air. Jumlah minyak yang dapat kembali didapat dengan menggunkan injeksi air dapat di hitung dengan persamaan sebagai berikut.

Dimana

D.     Saturasi Gas Bebas Optimal  untuk Injeksi Air
Banyak penelitian telah mendemonstrasikan keuntungan dari effect dari keterdapatan  saturasi gas bebas awal pada recovery minyak  dengan menggunakan injeksi air. Dampaknya mencapai maksimum pada nilai saturasi gas tertentu, dan proses recovery kemudian akan menghasilkan hasil yang lebih baik jika dibandingkan bila tidak terdapat nilai tertentu dari saturasi gas bebas awal. Namun, teori dari fenomena ini belum teruji dengan baik, menurut Cole hal ini didasarkan pada fakta bahwa tegangan muka antara air dan gas itu lebih tinggi jika dibandingkan antara gas dan minyak. Karena fluida reservoir memiliki kecendurungan untuk menyusun diri untuk menimalisir energy, kebanyakan partikel gas akan mengelilingi minyak. Akibatnya, saturasi minyak sisa setelah pengaliran air menjadi berkurang.
Berdasarkan hasil laboratorium, korelasi dibawah ini menunjukkan saturasi gas optimum:

E.      Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan injeksi air
Agar dapat melakukan injkesi air pada reservoir point – point berikut harus dipertimbangkan:
a)      Pembangunan sumur injeksi
Dalam penyelesaian sumur injeksi harus memperhatikan hal sebagai berikut:
1.        Penyelesaian awal
Pada pembangunan dan penyelesaian sumur injeksi terdapat dua kemungkinan yaiutu penggalian sumur baru atau pengubahan sumur produksi menjadi sumur injeksi. Pada pengubahan sumur produksi menjadi sumur injeksi terlebih dahulu produksi minyak pada sumur tersebut harus sudah benar – benar selesai dimana cadangan minyak pada sumur tersebut telah terambil secara maksimal. Jika pelapis (casing) dari sumur masih dalam kondisi baik dan masih tahan pada tekanan tertentu, maka injeksi dapat dilakukan. Namun, jika tidak maka harus dilakukan pelapisan kembali pada sumur tersebut.
2.        Pemilahan zona perangkap
Zona perangkap yang dimaksud disini adalah zona yang dapat memerangkap minyak dan akan sulit untuk di recovery dengan menggunakan injeks air. Dikarenakan dapat mengurangi produksi dari EOR maka zona perangkap ini mesti ditutup. Dalam melakukan pendeteksian zona –zona perangkap ini dapat dilakukan dengan cara menambahkan tracer unsur radioaktif pada air. Sedangkan untuk melakukan penutupan dari zona yang memerangkap minyak tersebut dapat menggunakan mineral talc, zinc oxide, semen, dan koloids.



b)      Sumber dan Perawatan dari injeksi air
1.      Sumber injeksi air
Setelah injeksi dalam progress pada waktu tertentu, air injeksi akan hadir pada sumur produksi melalui lapisan – lapisan yang bersifat permeable. Air tersevut terpisah dengan minyak pada permukaan sehingga air yang telah digunakan tersebut dapat kembali di injeksikan pada sumur injeksi. Volume air yang tersedia untuk recycling meningkat seiring waktu, ksejak produksi minyak berkurang maka produksi air meningkat. Sehingga sangatlah dibutuhkan untuk memiliki sumber air tersendiri karena, pertama agar injeksi air dapat berlangsung terus dan untuk menggantikan volume dari produksi minyak. Penggunaan dua sumber air dapat memberikan dampak negative dimana diperlukan pemeliharaan khusu karena komposisi air tersebut akan berubah, perubahan komposisi ini dapat terjadi akibat pencampuran dan reaksi kimia yang terjadi dibawah permukaan. Sumber air yang biasa digunakan antara lain:
a.      Sumber dari air segar
·Air permukaan yang terdapat di danau dan sungai,  memiliki kualitas yang kurang dimana mengandung oksigen tinggi, mengandung material yang dapat menyumbat seperti; pasir, dan bakteri sehingga memerlukan metode penyaringan khusus.
·Air alluvial sering ditemukan pada sumur dangkal air jenis lebih baik jika dibandingkan dengan air permukaan karena telah mengalami penyaringan secara alami, namun tidak menutup kemungkinan mengandung bakteri anaerobic.
·Reservoir dangkal permeable, adalah tempat dimana air segar sering terbentuk. Namun, air tersebut dapat bersumber dari area yang bermacam – macam.
b.      Sumber air asin
·Pada reservoir minyak dalam, seringkali ditemukan formasi pembentuk air asin. Air tersebu dapat dipompa kepermukan dan dapat dimanfaatkan sebagai air injeksi. Namun, harus dilakukan perawatan khusus dimana jika air asin tersbut tidak mengandung senyawa CO2 atau H2S  maka air tersebut haruslah dilindungi dari kontak dengan atmosphere dan langsung diinjeksikan setelah dilakukan filtrasi; kehadiran CO2 atau H2S memerlukan perawatan khusus . Air jenis ini juga biasanya mengandung bakteri anaerobic.
·Penggunaan air laut, Air laut biasanya bersifat korosif dan memerlukan perwatan khusus untuk mengurangi dampak korosinya terhadap bahan logam
Dikarenakan pencampuran dari air yang berbeda tidak dapat dihindari maka sangatlah penting untuk mengetahui komposisi air tersebut. Perhatian khusus diberikan pada kehadiran pasangan ion berikut, karena ion – ion berikut dapat membentuk endapan:
·Barium dan sulfat
·Kalsium dan sulfat
·Kalsium dan karbonat
·Besi dan sulfur
·Besi dan oksigen
Perlapisan endapan dari sulfat sangatlah merusak, karena senyawa tersebut tidak sangat mudah larut pada pelarut maupun asam; penggunaan polyphosphate dapat menghindari pengendapat senyawa sulfat.
2.      Tujuan dilakukan perwatan
Tujuan dilakukan perwatan air adalah:
·Untuk menghindari penutuptan reservoir
Penutupan reservoir ini dapat disebabkan oleh; material padat, korosi, bakteri, dan penggunaan air yang tidak sesuai
·Untuk menghindari korosi pada sumur injeksi
Korosi haruslah dihindari untuk melindungi peralatan logam dan juga agar tidak menutup reservoir seperti yang telah dijelaskan diatas. Korosi dapat disebabkan oleh kehadiran gas tidak larut pada air seperti: H2S, CO2, dan oksigen serta akibat baketri.


·Untuk menghindari pengembangan shales
Pengembangan lapisan shale ini dapat diakibatkan oleh pergantian ion penyusun air dan shale sehingga mengakibatkan berkurangnya permeabilitas batuan.
3.      Metode Perawatan
Metode perwatan yang sering digunakan adalah metode fisika, kimia, dan biologi. Perawatan dengam menggunakan metode fisika antara lain; filtrasi, pemisahan air dan minyak, dan penggasan. Sedangkan perawatan secara kimia mencangkup penambahan  reduksi tekanan permukaan dan penghambat korosi. Perawatan biological meliputi penggunaan bakteri dan algicides.
4.      Tipe system injeksi air
Dasarnya terdapat dua tipe system injeksi air yaitu; tipe tertutup  dimana air terlindungi dari kontak dengan atmosphere dan system terbuka dimana memerlukan perwatan terhadap aeration dan sedimentasi. Sistem terbuka ini memerlukan perhatian khusus jika dibandingkan system tertutup.
Pada system tertutup terdapat dua buah jalur yaitu jalur pertama untuk menginjeksikan air dan yang kedua jalur untuk daur ulang air yang telah di injeksi.
c)      Pompa
Dua tipe pompa yang digunakan injeksi air adalah  tipe reciprocating dan centrifugal.
Pompa tipe reciprocating memiliki dua keuntungan yaitu efisiensi tinggi dan fleksibel. Bisa dioperasikan pada area yang luas. Sedangkan kekurangannya adalah memerlukan perawatan yang lebih sering, khususnya ketika korosif atau ketika fluida mengandung pasir sedang pompa. Pompa ini dapan didesain untuk beroperasi pada tekanan diatas 200 bar atau dengan tingkat produksi  1000 m3/day.
Pompa tipe centrifugal bersifat kurang efisien jika dibandingkan dengan reciprocating pums namun umumnya pompa tipe ini lebih tahan lama dan biaya perawatan kurang. Dapat dipasang secara horizontal atau vertical dan sering digunakan pada tingkat produksi sekitar seribu m3/day dengan tekanan dibawah 100 bar.


REFERENSI

Latil, Marcel.1980.Enhanced Oil Recovery.Institut  Francais Du Petrole, France.

Kritik&Sarab Sangay dibutuhkan
More about → Enhanced Oil Recovery (EOR) Water Injection

Pengertian, Sumber, dan Mitigasi pada Tsunami

Diposting oleh Selamat datang di blog

Pengertian Tsunami
Ketika gerakan massa, seperti gempa bumi atau longsor, tiba-tiba memindahkan sejumlah besar air dari keadaan seimbang gelombang bencana yang disebut tsunami terjadi.
Tsunami secara harfiah diterjemahkan dari bahasa Jepang ke "gelombang pelabuhan" tetapi sering menyebut gelombang pasang karena kecil, jauh-sumber tsunami menyerupai gelombang pasang.

Sumber Tsunami
Ø  Gempa (misalnya Sumatera, 2004:> 200.000 orang tewas, Papa Nugini, 1998: ~ 3.000 orang tewas)
Ø  Letusan gunung berapi (misalnya Krakatau 1883: tsunami menewaskan 30.000 orang, Santorini, 2002).
Ø  Pergerakan massa (misalnya Alaska 1958: gelombang hingga 518 m yang terbentuk di Teluk Lituya).
Ø  Dampak Extraterrestrial - dampak besar memiliki potensi untuk menciptakan tsunami sangat besar.

Sumber Gempa Tsunami
Gempa adalah awal sehingga terjadi Tsunami dimana adanya perpindahan energi gempa ke fluida (cairan bergerak), di dalam fluida, energi ini diubah menjadi gerakan fluida berupa gelombang. Gelombang yang terbentuk ini tergantung dari besarnya energi gempa, sehingga dengan penurunan beberapa pendekatan numeris bisa diketahui energi Tsunami yang terjadi.
Pendekatan yang sering digunakan adalah dengan skala Imamura (m), dimana dengan mengetahui besar m (imamura scale) maka kita bisa mengetahui tinggi gelombang yang terjadi serta luasan daya hancur yang diakibatkannya. Adalah Fluida apabila kita menganggap fluida itu ideal maka dia akan bersifat inviscid, tidak berotasi dan tidak mampu mampat. Untuk itu, berlakulah apa yang disebut aliran potensial sehingga dapat didefinisikan sebagai kecepatan potensial. Asumsi umum menyebutkan bahwa gempa yang kurang dari 6 skala ritcher tidak akan menimbulkan kerusakan berarti akibat Tsunami. Perlu juga diketahui bahwa epicenter terhadap pantai juga menentukan terhadap tinggi gelombang Tsunami. Besarnya energi Tsunami diperkirakan 10% dari energi gempa. Analisa numeric mengacu pada contoh sebagai berikut; bila diketahui M = 7.0 m (magnitude) maka m (imamura) = 1.83 dan T (period) = 13.8 menit; maka dari tabel imamura diperkirakan tinggi gelombang yang terjadi adalah 3 meter di pusat gempa dan akan menjalar menuju perairan yang lebih dangkal.
Asumsi awal ini tentunya belumlah valid karena perlu diperhitunkan lagi dengan energy terjadinya gempa yang dikonversikan dengan energi Tsunami yang terbentuk serta menjalar untuk mencapai pantai. Tidak mudah memang, akan tetapi ini perlu kita perjelas bahwa dari berbagai macam kejadian, tanda-tanda fenomena alam yang berubah secara tiba-tiba patut kita waspadai, dimana tanda utama akan terjadinya Tsunami adalah gempa yang besar serta air tiba-tiba surut secara tidak normal.
Gelombang Tsunami secara significant menyebabkan beberapa pulau besar atau kecil akan mengalami kerusakan parah, akibat besarnya gempa dan gelombang Tsunami yang terjadi. Perbandingannya dapat digambarkan bahwa, Tsunami yang terjadi tidaklah seperti gelombang yang dibangkitkan oleh angin (wind generated waves), yang sering dan setiap waktu  penghantam wilayah pesisir secara periodik, dimana gelombang ini mempunyai tinggi, panjang dan perioda bervariasi setiap waktunya. Angin yang membangkitkan gelombang dari daerah lepas pantai (swell), akan menuju pantai dan apabila diikuti oleh badai (storm) maka gelombang akan membesar dan menggulung mengikuti model topografi dasar laut serta kecepatan angin yang menghembuskanya, biasanya kecepatan gelombang bervariasi antara 10 detik sampai dengan gelombang panjang 150 menit. Seperti juga proses terjadinya Tsunami mempunyai panjang gelombang tetapi panjangnya akan mencapai sekitar 100 km dan memiliki kecepatan gelombang antara 200 m/det sampai dengan 700 km/jam, seperti pernah terjadi di Samudera Pacifik pada kedalaman 4000 m (Wikipedia Encylopedia, 2004). 


Gempa bumi yang tiba-tiba mengangkat atau menurunkan dasar laut sehingga menghasilkan tsunami. Tsunami disebabkan oleh peristiwa yang drastis dan tiba-tiba dengan disertai pergeseran volume air yang besar.Beberapa gempa bumi telah menghasilkan tsunami yang sangat besar untuk "ukuran" mereka. Peristiwa ini disebut gempa bumi tsunami.
Analisis seismogram dari peristiwa ini menunjukkan bahwa mereka adalah hasil dari frekuensi rendah energi seismik. Gempa dengan komponen vertical lebih memungkinkan terjadinya Tsunami dari pada yang berasal dari komponen horizontal, Peristiwa yang pelan dengan durasi yang panjang juga berpotensi tsunami yang besar.




 












Gempa ini menyajikan masalah bagi sistem peringatan tsunami, salah satu cara untuk mengidentifikasi peristiwa ini adalah untuk membandingkan Ms ke Mw
Periode 20 detik Ms ~
Mw periode 100-200 detik ~
Karena sinyal yang diperkaya dalam waktu yang lama sangat besar dari perkiraan Ms.

Identifikasi gelombang laut
Gelombang laut adalah deformasi dari permukaan laut.
Panjang gelombang     : jarak antara puncak-puncak (Æ›)
Ketinggian ombak       :jarak vertikal antara puncak dan palung (h)
Periode                                    : waktu antara 2 dua puncak untuk dilewati (T)
Ø  Deformasi menjalar dengan kecepatan gelombang, sementara rata-rata air tetap di posisi yang sama (air tidak menumpuk di pantai).
Ø  Air bergerak dalam arah perambatan di puncak sambil bergerak dalam arah yang berlawanan yang dilalui.
Ø  Air gelombang perairan bergerak dalam orbit melingkar pada lingkaran yang berdiameter menurun ke bawah. Gerak menjadi diabaikan pada kedalaman setengah panjang gelombang.
Ø  Energi bergerak dalam arah perambatan.
Ø  Kebanyakan gelombang laut yang diproduksi oleh angin membawa energi dari angin lepas pantai ke arah pantai.
Ø  Tingkat di mana gelombang kehilangan energi berbanding terbalik dengan panjang gelombang. Gelombang yang panjang dapat melakukan perjalanan lebih lanjut.

Lokasi Tsunami
Zona subduksi menghasilkan paling besar tsunami. Samudra Pasifik, terdapat banyak zona subduksi, sehingga menghasilkan Tsunami yang paling besar
a)      Pacific ~ 80%
b)      Atlantic ~ 10%
c)      Di tempat lain ~ 10%
Tsunami yang paling dahsyat di dekat gempa. Tsunami lebih besar dan menyerang wilayah itu segera setelah gempa dan juga melakukan perjalanan di seluruh lautan dan menyebabkan kerusakan dan kematian ribuan kilometer dari gempa.

Sistem Peringatan Dini Tsunami

Banyak kota-kota di sekitar Pasifik, terutama di Jepang dan juga Hawaii, mempunyai sistem peringatan tsunami dan prosedur evakuasi untuk menangani kejadian tsunami. Bencana tsunami dapat diprediksi oleh berbagai institusi seismologi di berbagai penjuru dunia dan proses terjadinya tsunami dapat dimonitor melalui perangkat yang ada di dasar atau permukaan laut yang terhubung dengan satelit.
Perekam tekanan di dasar laut bersama-sama denganperangkat yang mengapung di laut buoy, dapat digunakan untuk mendeteksi gelombang yang tidak dapat dilihat oleh pengamat manusia pada laut dalam. Sistem sederhana yang pertama kali digunakan untuk memberikan peringatan awal akan terjadinya tsunami pernah dicoba di Hawaii pada tahun 1920-an. Kemudian, sistem yang lebih canggih dikembangkan lagi setelah terjadinya tsunami besar pada tanggal 1 April 1946 dan 23 Mei 1960. Amerika serikat membuat Pasific Tsunami Warning Center pada tahun 1949, dan menghubungkannya ke jaringan data dan peringatan internasional pada tahun 1965.
Salah satu sistem untuk menyediakan peringatan dini tsunami, CREST Project, dipasang di pantai Barat Amerika Serikat, Alaska, dan Hawai oleh USGS, NOAA, dan Pacific Northwest Seismograph Network, serta oleh tiga jaringan seismik universitas.
Hingga kini, ilmu tentang tsunami sudah cukup berkembang, meskipun proses terjadinya masih banyak yang belum diketahui dengan pasti. Episenter dari sebuah gempa bawah laut dan kemungkinan kejadian tsunami dapat cepat dihitung. Pemodelan tsunami yang baik telah berhasil memperkirakan seberapa besar tinggi gelombang tsunami di daerah sumber, kecepatan penjalarannya dan waktu sampai di pantai, berapa ketinggian tsunami di pantai dan seberapa jauh rendaman yang mungkin terjadi di daratan. Walaupun begitu, karena faktor alamiah, seperti kompleksitas topografi dan batimetri sekitar pantai dan adanya corak ragam tutupan lahan (baik tumbuhan, bangunan, dll), perkiraan waktu kedatangan tsunami, ketinggian dan jarak rendaman tsunami masih belum bisa dimodelkan secara akurat.
Cara yang efektif adalah dengan melatih penduduk dalam menghadapi Tsunami dan menghindarkan pembangunan konstruksi di daerah yang sering diserang Tsunami.
Cara-cara yang dianjurkan untuk menghadapi Tsunami adalah :
1. relokasi daerah pemukiman
2. membuat jalan atau llintasan untuk melarikan diri dari Tsunami
3. melakukan latihan pengungsian
4. menanami daerah pantai dengan tanaman (bakau/mangrove) yang secara efektif
dapat menyerap energi gelombang
5. membiarkan lapangan terbuka untuk menyerap energi Tsunami
6. membuat dike ataupun breakwater di daerah yang memungkinkan
7. membuat suatu sistem peringatan dini (early warning sistem)

Ini merupakan langkah-langkah praktis dalam meminimalisasi gelombang Tsunami yang terjadi tentu bukan hal yang mudah karena pada umumnya di dalam penerapan tahapan ini haruslah di sokong oleh perencanaan sistematis di dalam perencanaan kota. Akan menjadi sulit memang dikarenakan hampir semua kota pesisir di Indonesia lebih khusus lagi di Sulawesi Utara belum mempunyai platform kota dalam menghadapi gelombang Tsunami, dan ini jelas bahwa kita masih terkonsentrasi di dalam menata ruang publik untuk kepentingan bisnis semata dan belum memperhatikan aspek-aspek yang berhubungan dengan keselamatan ruang publik tersebut apalagi nyawa manusia.
















More about → Pengertian, Sumber, dan Mitigasi pada Tsunami

Pro dan Kontra Tembakau di Indonesia

Diposting oleh Selamat datang di blog on Senin, 04 Agustus 2014

Latar Belakang
Tembakau adalah hasil bumi yang diproses dari daun tanaman yang juga dinamai sama. Tanaman tembakau terutama adalah Nicotiana tabacum dan Nicotiana rustica, meskipun beberapa anggota Nicotiana lainnya juga dipakai dalam tingkat sangat terbatas.
Tembakau adalah produk pertanian semusim yang bukan termasuk komoditas pangan, melainkan komoditas perkebunan. Produk ini dikonsumsi bukan untuk makanan tetapi sebagai bahan baku rokok dan cerutu. Tembakau juga dapat dikunyah. Kandungan metabolit sekunder yang kaya juga membuatnya bermanfaat sebagai pestisida dan bahan baku obat. Tembakau telah lama digunakan sebagai entheogen di Amerika. Kedatangan bangsa Eropa ke Amerika Utara memopulerkan perdagangan tembakau terutama sebagai obat penenang. Kepopuleran ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat bagian selatan. Setelah Perang Saudara Amerika Serikat, perubahan dalam permintaan dan tenaga kerja menyebabkan perkembangan industri rokok. Produk baru ini dengan cepat berkembang menjadi perusahaan-perusahaan tembakau hingga terjadi kontroversi ilmiah pada pertengahan abad ke-20.


Di indonesia sendiri perkebunan tembakau di naungi oleh perusahaan negara PTPN X yang juga menaungi perkebunan dan pabrik gula. terdapat pula Pusat Penelitian Tembakau yang di dirikan di Jember. Penelitian Tembakau Jember berdiri sejak tahun 1911 dengan nama Besoekische Proefstation. Sejak terjadinya Perang Dunia II kegiatan perusahaan tembakau sempat terhenti dan dilanjutkan kembali setelah Perang Dunia II selesai pada tahun 1950. Demikian pula dengan Balai Penelitian, yang pada waktu itu merupakan cabang dari Centrale Proefstation Vereeniging (CPV). Pada tahun 1957 perusahaan Belanda dinasionalisasi menjadi Perusahaan Perkebunan Negara (PPN Kesatuan IX) yang selanjutnya dipecah menjadi PPN Tembakau V dab PPN Tembakau VI, dan masing-masing PPN mendirikan unit penelitian dengan tugas mengadakan penelitian terapan dan pelayanan untuk memecahkan permasalahan yang ada di lahan pertanaman tembakau. reorganisasi kedua PPN tembakau akhirnya digabung menjadi PT. Perkebunan XXVII.

Kantor Penelitian Jember dibangun pada tahun 1970 dan diresmikan pada tanggal 7 Desember 1971 dengan nama Balai Penelitian Tembakau. Penelitian Jember pada tahun 1996 bergabung dengan Bidang Penelitian dan Pengembangan Kantor Direksi PT. Perkebunan Nusantara X (Persero).


Perusahaan Swasta Produsen Tembakau
Sentra Perkebunan terdapat di Pulau Jawa dan Sumatra, baik itu perkebunan yang dikelola perusahaan negara dan perkebunan rakyat. perkebunan milik negara mengusahakan tembakau cerutu sedangkan kebun rakyat memasok sebagian besar kebutuhan perusahaan rokok swasta biasanya berjenis kasturi, mawar, GG, barley dll
saat ini di Indonesia terdapat tiga perusahaan pengolah tembakau menjadi rokok yakni Gudang Garam, Djarum dan HM Sampoerna.
dari ketiga perusahaan yang saya cotohkan dari akar rumput usaha tembakau ini mampu menyerap ratusan ribu tenaga kerja, dari budidaya tembakau keseluruhan, angkutan, pabrik sampai kemasan rokok jadi.
sentra produsen tersebar di Pulau Jawa (Jember, Bondowoso, Lumajang, Bojonegoro, Pulau Madura), sumatra (Delli), yang mana di masing masing sentra / produsen tembakau tersebut sebagian besar mampu menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit dan mandiri serta bermunculan lembaga sekolah tinggi pertembakauan, lembaga penelitian tembakau serta menghasilkan beberapa ahli pertembakauan. tentunya menjadi ciri khas sebuah daerah yang di karuniai anugerah tanah yang sangat cocok untuk di budidayakan tembakau.

Undang - Undang pertembakauan

Tembakau, akhir-akhir ini menjadi hal yang sangat hangat namun sensitif untuk dibicarakan. Problematika terkait regulasi pengendalian rokok di Indonesia kembali mencuat. Banyak kalangan yang tadinya tak acuh menyoroti tembakau, kini merekapun turut andil dan berbicara. Salah satunya tentang penetapan RUU (Rancangan Undang-undang) Pertembakauan yang cepat atau lambat akan merusak Indonesia dari berbagai sisi jika RUU ini disahkan di republik kita ini. Entah atas dasar apa, mereka yang tadinya tak acuh menanggapi persoalan penetapan undang-undang, kini jadi turut andil. Mungkin karena efek dari pengesahan RUU pertembakauan yang nantinya akan berdampak global di negara kita ini.
        Jika dianalisa tentang asal usul RUU Pertembakauan, RUU ini muncul ketika Baleg (Badan Legislatif) DPR membuat rancangan Progam Legislasi Nasional tahun 2009 lalu, ada 270 RUU yang masuk dalam pembahasan, termasuk RUU tentang penanggulangan dampak tembakau terhadap kesehatan. Pada tahun 2010 menjelang tahun 2011, RUU Pertembakauan kembali dibahas di Baleg, sampai akhirnya RUU pertembakauan sempat dibekukan. Sebenarnya, setiap tahunnya Baleg sudah memprioritaskan RUU yang akan dibahas. Namun entah mengapa, pada tahun 2011 kembali muncul kebijakan terkait pertembakauan.         Namun, ada yang janggal pada hal penamaan yakni yang sebelumnya bernamakan RUU Dampak Penanggulangan Tembakau terhadap  Pada tahun 2011, berubah menjadi Rancangan Pertembakauan.
Sebenarnya perubahan nama ini menjadi perdebatan yang serius di DPR dan bagaimana caranya RUU yang sebelumnya dibekukan tiba-tiba bisa muncul ke permukaan forum sidang pleno tahun 2011. Hasil dari perdebatan sidang pleno pada tahun 2011, dua kubu berpendapat bahwa RUU ini harus ditiadakan atau diganti namanya. Pimpinan Baleg pada saat itu bahwa judul sebenarnya masih belum jelas, entah akan diberikan judul RUU Pertembakuan atau nama yang lainnya. Pada saat itu pimpinan Baleg juga menjanjikan bahwa persoalan masalah pertembakauan pasti akan diatur.

UU Menurut Pemerintah

Rancangan Undang-Undang Pertembakauan yang diprioritaskan dalam Program Legislasi Nasional 2013 akan menghapus Pasal 199 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Pasal ini mengatur sanksi pidana penjara maksimal lima tahun bagi produsen rokok yang tidak mencantumkan peringatan kesehatan bergambar pada kemasan rokok. Namun, sanksi RUU Pertembakauan hanya berupa denda.
”Peringatan kesehatan bergambar terbukti efektif memperingatkan orang akan bahaya rokok. Jika RUU Pertembakauan disahkan, aturan tegas akan kewajiban peringatan bergambar dalam Pasal 199 UU Kesehatan akan dihapus. Bunyi Pasal 56 RUU Pertembakauan mengatakan begitu. Jadi, kecil harapan jumlah perokok akan turun,” kata Tubagus Haryo, Pelaksana Solidaritas Advokat Publik untuk Pengendalian Tembakau Indonesia, Kamis (4/4), di Jakarta.
Pengaturan mengenai peringatan kesehatan terhadap bahaya rokok hanya diatur Pasal 21 RUU Pertembakauan. Pengaturan ini hanya menegaskan kewajiban pencantuman peringatan kesehatan dalam bentuk tulisan berbahasa Indonesia. Ketentuan ini tidak hanya disharmonis dengan UU Kesehatan, tetapi juga dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 34/PUU-VII/2010 yang memperkuat kewajiban peringatan kesehatan bergambar.
RUU Pertembakauan juga tidak menjelaskan pemisahan tempat khusus merokok dan tempat bebas dari asap rokok. Alhasil, perlindungan kesehatan perokok pasif tidak diprioritaskan untuk mendapat legitimasi hukum. ”Pokok pengaturan dalam RUU Pertembakauan luas. RUU mencakup hulu (penanaman tembakau) hingga hilir 

UU Menurut Pengamat 
Tanpa angin tanpa hujan, tiba-tiba RUU Tembakau masuk ke dalam proglegnas yang akan dibahas DPR untuk menjadi Undang-Undang (UU). Aneh sekali, padahal RUU Pengendalian Tembakau yang sudah lama mengendap malah tidak mendapat prioritas untuk dibahas. Terdapat dugaan kuat bahwa masuknya rancangan regulasi ini menjadi prioritas dibahas karena adanya lobi-lobi industri.

Beberapa kejanggalan di dalam RUU Tembakau ini adalah:
1. Pembahasan tidak fokus kepada pertembakauan ataupun nasib petani, tetapi lebih kepada industri rokok. Lagipula jika ingin fokus kepada suatu produk, mengapa mesti tembakau yang menjadi penting? Bukankah ada beras, atau kopi, coklat, yang menjadi andalan produk indonesia di skala dunia?
Dan anehnya, walapun RUU ini berbicara soal tembakau, tetapi sama sekali tidak memperhatikan masalah impor tembakau yang kian naik dari tahun ke tahun. Seharusnya jika ingin melindungi petani tembakau, pemerintah membatasi atau malah melarang impor tembakau. Total impor tembakau indonesia selama tahun 2012 naik sebesar 13%, mencapai US$ 382,43 juta atau setara dengan Rp 3,824 Trilyun. Sebagian besar impor tembakau ini berasal dari China, yaitu sebesar US$191,4 juta atau setara dengan Rp 1,914 Trilyun.
2. RUU Tembakau bermaksud menjegal dampak kesehatan tembakau atau rokok yang sudah tertera didalam UU Kesehatan no. 36 tahun 2009 yang menyatakan bahwa  tembakau adalah bahan adiktif. Dalam salah satu pasal RUU Tembakau terdapat pernyataan yang mengeliminir pasal ini di UU Kesehatan ini.
3. RUU Tembakau berarti juga mengeliminir upaya-upaya dalam pengendalian tembakau yang selama ini dilakukan, seperti Kawasan Dilarang Merokok, kenaikan cukai, penggunaan gambar dalam kemasan rokok.
4. Jelas sekali kepentingan yang bermain di RUU Tembakau ini adalah industri rokok yang merasa khawatir atas upaya-upaya pengendalian tembakau yang dilakukan. Padahal sekeras apapun advokasi dan kampanye yang dilakukan, industri rokok tetap meraih keuntungan yang signifikan, sekitar kenaikan penjualan 10% setiap tahunnya.
Jika pemerintah memang berupaya melindungi petani tembakau, seharusnya upaya yang dilakukan adalah pembatasan impor. Selain itu, upaya pemanfaatan tembakau dengan cara lain juga lebih bermakna. Seperti sebagai pestisida alami pembasmi hama. Ini juga sangat efektif, daripada digunakan sebagai bahan yang meracuni kesehatan manusia. Jika sebagai pestisida alami, tembakau dapat mengisi pasar pestisida yang juga sangat tinggi di Indonesia, mencapai Rp 6-7 Trilyun. Itu yang legal.
Jika pemerintah memang pro terhadap RUU Tembakau, mau dibawa kemana bangsa ini? Surveilans kesehatan saja sudah menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia mengalami stunting (berbadan pendek) yang cukup parah, penurunan IQ, dan tingkat kematian akibat stroke, jantung, kanker, semakin tinggi menyerang usia muda. Semoga pemerintah dan DPR di sana masih mempunyai nurani dan akal sehat.
- Ilyani S. Andang -


Agar tak menimbulkan persoalan di kemudian hari, Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) berharap RUU Pertembakauan mengakomodir semua kepentingan. “AMTI berharap RUU Pertembakauan  dapat mewakili semua kepentingan,” ujarMoehaimin Moefti, Ketua Dewan Pembina aliansi itu di Jakarta, Kamis (27/12). Dengan kata lain, RUU ini tak hanya mengakomodir kepentingan industri rokok dan petani tembakau, tetapi juga mempertimbangkan perlindungan kesehatan masyarakat. Khususnya perlindungan anak-anak dari bahaya rokok, petani tembakau dan cengkeh. Moehaimin menegaskan AMTI berkomitmen memperjuangkan dan mendukung terciptanya regulasi industri tembakau yang komprehensif, adil dan berimbang.
Sebagai keseriusan dalam mendukung regulasi Pertembakauan, kata Moefti, AMTI telah menyerahkan RUU Pengendalian Produk  Tembakau ke DPR pada 2010 silam. Malahan, AMTI telah melakukan dialog dengan anggota Dewan dan memberikan masukan kepada lembaga legislatif dan eksekutif.
Penyerahan RUU Pengendalian Produk  Tembakau didahului dengan melakukan kerjasama antara  AMTI dengan Pusat Ekonomi Kerakyatan (Pustek) Universitas Gajah Mada dengan melakukan riset dan menghasilkan naskah akademik.Naskah akademik RUU Pengendalian Produk Tembakau diklaim telah mengakomodir berbagai kepentingan, termasuk aspek pendapatan negara serta rasa keadilan terhadap petani tembakau.



Hanya Sebatas Opini Penulis
menurut saya sebagai orang awam
1. Masih banyak produk olahan pasca panen dari tembakau selain rokok, meskipun rokok adalah produk utama, sehingga perlunya peran pemerintah dengan di dukungnya penelitian untuk publik (Pestisida Organik dll)
2. Indonesia adalah negara agraris, negara agraris adalah status yang harus di pertahankan dan sebagai ciri khas Indonesia, bukan dengan jalan menghilangkan. saya contohkan. Indonesia sekarang kehilangan akan nilai sebuah negara agraris, Bawang merah, sayuran, cabe, jengkol, pete-pun kita krisis sampai keranah Presiden yang membahasnya.
3. Pemerintah tidak boleh membuat peraturan sepihak, di harap juga memikirkan ratusan ribu buruh tembakau
4. Jangan sampai terjadi Take Over perusahaan swasta tembakau, karena UU amerika sendiri yang di gagas malahan menghalalkan rokok putih dan menthol (tembakau burley / tembakau putih, di tanam di bondowoso, jember, lumajang. kantor BAT di Bondowoso).
5. Dari tembakau Indonesia mampu memperkerjakan ratusan ribu buruh (non teknis), peneliti, sarjana danahli tembakau.

Di setiap kebijakan tentunya ada pro dan kontra yang muncul ke permukaan, akan tetapi baik peran pemerintah dan masyarakat melalui lembaga negara dapat mengusulkan yang terbaik bagi rakyat banyak dan bukan di peruntukkan bagi segelintir orang ataupun golongan

More about → Pro dan Kontra Tembakau di Indonesia

Selamat Idul Fitri 1435 H

Diposting oleh Selamat datang di blog on Minggu, 27 Juli 2014

sebagaimana umat muslim di dunia yang telah menunaikan Ibadah Ramadhan (1 ramadhan) dengan menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh, menjalankan shalat tarawih dan tadarus Al-Qur'an. hari ini telah sampai kepada hari raya kemenangan / Idul Fitri.
pagi 1 syawal 1435, di iringi dengan shalat ied, dan dilanjutkan halal bihalal ke keluarga, tetangga dan sanak saudara.
bagi yang sedang jauh dari keluarga, merantau dll, mendengarkan takbir berkumandang, suasana semakin haru. mungkin sebatas bait tulisan yang bisa menghibur dan tak lupa segenap team BASEMAP dengan kerendahan hati di hari penuh makna ini menghaturkan :

MINAL AIDZIN WALFAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR BATHIN
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1435 H

More about → Selamat Idul Fitri 1435 H

Peta Dasar Indonesia

Diposting oleh Selamat datang di blog on Minggu, 20 Juli 2014

Berikut saya upload data peta dasar dalam bentuk format shp untuk di aplikasikan pada arcgis 10, untuk pengguna arcgis bisa ekstrak file yang di dalamnya terdapat file shp asli dari kumpulan file yang sudah terbentuk dalam file esri
Untuk File Arcgis 10 download data 580 kb
Untuk file shp (masih dalam proses)

semoga berkenan dan bermanfaat

More about → Peta Dasar Indonesia